Dari banyak Tangan Terkumpulah Rp 11,05 juta Kabar Pasaman( A1) salurkan Donasi untuk anak korban Dugaan kekerasan.

0
23

Dari Banyak Tangan Terkumpul Rp11,05 Juta,
Kabar Pasaman (A1) Salurkan Donasi untuk Anak Korban Dugaan Kekerasan

Pasaman, media kriminalitas new.com.

sabtu 15 agustus 2026.

Masih ingatkan, kasus dugaan tindak pencabulan terhadap seorang anak di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, yang belakangan mengundang keprihatinan masyarakat luas ?

Kepedulian terhadap anak dan keluarganya ternyata tidak hanya berhenti pada rasa prihatin.

Dari berbagai kalangan masyarakat, donasi dikumpulkan. Ada perantau, pejabat daerah dan masyarakat umum yang ikut menyisihkan rezekinya.

Hingga Jumat (14/08) menjelang Maghrib, dana yang terkumpul mencapai Rp11.050.000.

Uang tersebut kemudian disalurkan Lembaga Sosial Kemasyarakatan Kabar Pasaman (LSKKP A1) kepada anak dan keluarganya sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril menghadapi persoalan yang sedang mereka alami.

Dana itu bukan milik LSKKP A1.

Melainkan amanah dari masyarakat yang dititipkan untuk disampaikan kepada mereka yang membutuhkan.

“Ada yang memberikan banyak, ada yang memberikan sesuai kemampuannya. Alhamdulillah, semuanya kita kumpulkan dan hari ini sudah kita salurkan,” ujar Ketua Umum LSKKP A1, Fajar Panomuan Ramadan.

Menurut Fajar, angka Rp11,05 juta tersebut bukanlah ukuran utama dari gerakan sosial yang dilakukan.

Yang lebih penting, katanya, adalah kepedulian masyarakat yang ternyata masih sangat besar.

“Terima kasih kepada seluruh donatur, baik para perantau, pejabat daerah maupun masyarakat yang telah berpartisipasi. Semoga bantuan ini memberikan manfaat dan dapat sedikit meringankan kebutuhan anak serta keluarga yang sedang menghadapi persoalan,” katanya.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung sederhana.

Tidak ada acara yang dibuat berlebihan. Tidak ada seremoni panjang.

Namun, dibalik penyerahan itu ada amanah masyarakat yang harus sampai kepada penerimanya.

Dalam penyerahan tersebut, Kabar Pasaman (A1) didampingi Kapolsek Rao Iptu Ronal, SH, Wali Nagari Tarung-Tarung Utara Budi Nasution, Tokoh Muda Rao Benny Fardinal serta jajaran pengurus PBTS (Pers Bersatu Tuah Saiyo) Kabupaten Pasaman.

Sementara dari LSKKP A1, bantuan diserahkan Ketua Umum Fajar Panomuan Ramadan, Sekretaris Umum Aulya Mukhtar dan Wakil Bendahara I Umum Muhammad Abdi Lubis.

Kepedulian masyarakat Pasaman terhadap persoalan tersebut ternyata tidak berhenti sampai di situ.

Satu per satu donasi masuk, kemudian dikumpulkan hingga akhirnya menjadi bantuan yang cukup berarti bagi keluarga korban.

“Nilai rupiahnya bukan yang paling utama. Yang paling penting adalah semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat. Ketika banyak orang ikut bergerak, akhirnya bantuan ini bisa kita salurkan,” tutur Fajar.

Namun, LSKKP A1 menegaskan, aksi sosial tersebut tidak ada hubungannya dengan proses hukum yang sedang berjalan.

LSKKP A1 hanya mengambil bagian dari sisi kemanusiaan.

“Kita tidak menghakimi siapa pun. Proses hukum kita hormati dan kita serahkan kepada aparat penegak hukum. Kita hanya ingin hadir memberikan dukungan kepada korban dan keluarga,” ujar Fajar.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina LSKKP A1, Ir. Ulul Azmi, S.T., M.Si., CST., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan tindak pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Rao, Kabupaten Pasaman.

Menurut Ulul Azmi, persoalan anak tidak boleh hanya dilihat dari sisi proses hukum semata.

Ada masa depan seorang anak yang juga harus dipikirkan.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas dugaan tindak pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Rao, Kabupaten Pasaman. Penyerahan donasi oleh LSKKP A1 bersama PBTS Kabupaten Pasaman merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kepada korban beserta keluarganya,” ujar Ulul Azmi.

Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga dan membantu proses pendampingan serta pemulihan korban.

“Prioritas utama saat ini adalah memastikan korban memperoleh perlindungan, pendampingan psikologis dan sosial, serta ruang yang aman untuk menjalani proses pemulihan,” katanya.

Tidak kalah penting, menurut Ul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here