
Legenda Kuliner Pasaman: Aroma Sate Sarinah, Tapus-Padang Gelugur Memikat Lidah Sejak 1960

PASAMAN, MK News – Di tengah hiruk-pikuk perkembangan kuliner modern, sebuah warung sate kecil di Tapus, Kecamatan Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman, tetap tegak mempertahankan cita rasa otentiknya. Warung “Sate Sarinah” yang telah berdiri sejak tahun 1960 ini bukan sekadar tempat makan, melainkan saksi bisu sejarah kuliner masyarakat Pasaman selama lebih dari enam dekade.
Bagi warga lokal dan para perantau yang pulang kampung, aroma kuah kental berwarna kuning kecokelatan yang khas dari Sate Sarinah sudah menjadi memori kolektif yang sulit dilupakan.
Warisan Rasa dari Generasi ke Generasi
Didirikan oleh Bunda Sarinah pada era 1960-an, warung ini awalnya hanya berupa gerobak sederhana yang berkeliling di sekitar pasar lama Tapus, Padang Gelugur. Keunikan Sate Sarinah terletak pada racikan bumbu rempah-rempah lokal yang diracik secara turun-temurun.
“Rahasianya ada pada kesabaran memasak kuahnya. Harus diaduk terus agar santan tidak pecah dan bumbunya meresap sempurna ke dalam daging,” ujar Erdison, pengelola generasi kedua Sate Sarinah saat ditemui tim MK News, Senin (17/8).
Berbeda dengan Sate Padang Pariaman yang cenderung lebih encer atau Sate Padang lainnya yang sangat kental, Sate Sarinah memiliki tekstur “tengah-tengah” yang pas, dengan taburan kerupuk kulit yang renyah dan cabai hijau yang menggigit.
Pelanggan Setia Lintas Generasi
Sejak pertama kali dibuka, Sate Sarinah telah melayani ribuan pelanggan, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga pejabat daerah. Banyak pelanggan lama yang kini sudah berusia lanjut masih rutin datang, seringkali membawa anak dan cucu mereka untuk memperkenalkan rasa “masa kecil” mereka.
“Saya dulu sering jajan di sini pakai uang saku sekolah. Sekarang saya bawa anak saya ke sini. Rasanya tetap sama, tidak berubah,” kata H. Amir, seorang pensiunan guru yang menjadi pelanggan setia sejak tahun 1970-an.
Menjaga Autentisitas di Era Modern
Meski kini banyak bermunculan gerobak atau warung sate baru dengan variasi menu modern, Sate Sarinah tetap konsisten dengan menu utamanya: Sate Daging Sapi dan Sate Lidah. Mereka menolak untuk menambahkan bahan pengawet atau penyedap rasa buatan, karena percaya bahwa kelezatan sejati berasal dari bahan alami dan proses memasak yang benar.
Warung yang kini telah memiliki bangunan permanen di Pasar lama Tapus ini juga menjadi titik kumpul bagi komunitas lokal untuk berdiskusi sambil menikmati semangkuk sate panas di sore hari.
Potensi Wisata Kuliner Pasaman
Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Pariwisata setempat mulai melirik potensi kuliner legendaris seperti Sate Sarinah sebagai daya tarik wisata. Dengan sejarah panjang dan rasa yang teruji waktu, Sate Sarinah diharapkan dapat menjadi ikon kuliner baru Pasaman selain rendang dan gulai.
Bagi Anda yang berkunjung ke Tapus Kec. Padang Gelugur, mampirlah ke Sate Sarinah. Selain memanjakan lidah, Anda juga akan merasakan hangatnya sejarah dan keramahan masyarakat Minangkabau yang tersaji dalam setiap suapan.
(HT/Redaksi MK News)

















