Jalan ke Muaratais Koto Gadang Memprihatinkan, Masyarakat Menanti Pemerataan Pembangunan
PASAMAN, MEDIA KRIMINALITAS NEWS — Kondisi jalan menuju Nagari Muaratais Koto Gadang, Kecamatan Mapat Tunggul, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, menjadi perhatian masyarakat. Infrastruktur jalan yang memegang peranan penting bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian diharapkan mendapat perhatian serius dari pemerintah serta instansi terkait.

Berdasarkan pantauan lapangan awak Media Kriminalitas Pasaman pada Sabtu, 24 Oktober 2026, kondisi akses jalan tersebut menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama petani yang menggantungkan penghasilan dari hasil kebun dan pertanian.
Nagari Muaratais Koto Gadang berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat kecamatan dan 89 kilometer dari ibu kota Kabupaten Pasaman. Jarak tersebut membuat keberadaan jalan yang layak menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan pemerintahan, fasilitas umum, pasar, serta mendistribusikan hasil pertanian.
Jalan Layak Menjadi Kebutuhan Mendesak
Bagi masyarakat di wilayah tersebut, jalan bukan sekadar sarana penghubung antarkawasan, melainkan urat nadi perekonomian. Ketika kondisi jalan tidak memadai, perjalanan menjadi lebih sulit dan pengangkutan hasil pertanian berpotensi menghadapi hambatan.
Situasi tersebut semakin dirasakan ketika harga jual hasil pertanian berada jauh di bawah harga beli kebutuhan pokok. Ketimpangan ini membuat masyarakat harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara hasil pertanian yang menjadi sumber penghasilan utama belum tentu memberikan keuntungan yang memadai.
Apabila akses transportasi tidak didukung infrastruktur yang layak, biaya pengangkutan dan distribusi juga berpotensi menambah beban petani. Karena itu, perbaikan jalan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nagari.

Persoalan Jalan Pernah Menjadi Sorotan
Persoalan akses jalan menuju Nagari Muara Tais Koto Gadang sebelumnya juga pernah diberitakan media. WartaKepri.co.id, pada 3 Desember 2024, menerbitkan berita berjudul “Akses Jalan Nagari Muara Tais Koto Gadang Tak Kunjung Tersentuh, Wali Nagari Syamsir Minta Pemda Pasaman Realisasikan Pembangunan”. Pemberitaan tersebut memuat keluhan mengenai kondisi jalan dan kebutuhan akses yang lebih baik untuk mendukung aktivitas masyarakat, termasuk membawa hasil pertanian.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui laman resminya pada Januari 2026 memberitakan perkembangan pemasangan Jembatan Bailey di Sungai Lasi, Nagari Muara Tais. Jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan limpas yang sebelumnya menjadi akses masyarakat menuju pusat pemerintahan nagari, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pasar.
Dua informasi tersebut menunjukkan bahwa akses transportasi di kawasan Muara Tais telah menjadi perhatian dalam pemberitaan maupun agenda pembangunan. Namun, kondisi terkini setiap ruas jalan tetap perlu ditinjau secara langsung agar kebutuhan penanganannya dapat ditentukan secara tepat.
Pemerintah Diminta Turun Langsung
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, serta dinas yang berwenang melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi jalan menuju Nagari Muaratais Koto Gadang.
Peninjauan tersebut penting untuk mengidentifikasi titik-titik kerusakan, menentukan prioritas perbaikan, serta memastikan kejelasan kewenangan pengelolaan ruas jalan. Dengan demikian, penanganan dapat direncanakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga diharapkan memperhatikan persoalan ekonomi petani melalui penguatan akses pemasaran, kelancaran distribusi hasil pertanian, dan upaya meningkatkan nilai jual komoditas masyarakat.
Pembangunan tidak seharusnya hanya diukur dari kemajuan wilayah yang dekat dengan pusat pemerintahan. Masyarakat di nagari yang jauh dari pusat kecamatan dan ibu kota kabupaten juga memiliki kebutuhan dan hak yang sama untuk menikmati infrastruktur serta pelayanan publik yang memadai.
Kemerdekaan Harus Dirasakan hingga Pelosok Nagari
Masyarakat Nagari Muaratais Koto Gadang tentu ingin menikmati kemerdekaan secara nyata, bukan hanya melalui perayaan dan simbol-simbol kenegaraan, melainkan juga melalui jalan yang layak, akses ekonomi yang terbuka, dan kehidupan yang lebih sejahtera.
Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah terpencil.
Masyarakat tidak meminta perlakuan istimewa. Mereka berharap memperoleh perhatian yang setara agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, membawa hasil pertanian ke pasar, dan memenuhi kebutuhan keluarga tanpa terus dibebani persoalan akses transportasi.
Hingga berita ini disusun, keterangan resmi mengenai rencana penanganan kondisi jalan yang menjadi sorotan dalam pantauan tersebut masih perlu diperoleh melalui konfirmasi kepada instansi terkait.
Kini, yang dinantikan masyarakat bukan sekadar janji pembangunan, melainkan langkah nyata yang terukur dan berkelanjutan. Sebab, kemerdekaan yang sesungguhnya harus dapat dirasakan seluruh rakyat, termasuk masyarakat Nagari Muaratais Koto Gadang yang jauh dari pusat pemerintahan.
(Tim MK News Pasaman)
















