Eksekusi Pengosongan Lahan Eks Hotel Sultan Berujung Ricuh, Polisi Amankan Puluhan Massa
JAKARTA, MK News – Proses eksekusi pengosongan lahan eks Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026), berlangsung tegang dan diwarnai kericuhan. Situasi memanas setelah sejumlah simpatisan yang menolak eksekusi tetap bertahan di lokasi dan terlibat bentrok fisik dengan petugas keamanan.
Kericuhan pecah tidak lama setelah Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat membacakan penetapan eksekusi atas kawasan Blok 15, bekas bangunan Hotel Sultan. Massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat tersebut diduga mencoba menghalangi alat berat dan petugas yang bertugas melakukan pembongkaran.
Petugas Kerahkan Gas Air Mata
Menurut pantauan di lapangan, petugas gabungan yang terdiri dari Kepolisian dan Satpol PP terpaksa mengambil tindakan tegas setelah imbauan untuk bubar diabaikan. Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan yang semakin padat dan agresif.
“Kami telah memberikan peringatan berkali-kali, namun massa tetap provokatif dan mencoba menerobos garis polisi,” ujar seorang sumber dari jajaran kepolisian di lokasi kejadian.
Puluhan Orang Diamankan
Akibat aksi rusuh tersebut, pihak kepolisian mengamankan puluhan orang. Data sementara menyebutkan jumlah yang diamankan bervariasi, dengan beberapa sumber melaporkan angka 119 orang yang diduga terlibat dalam perbuatan rusuh dan menghalangi proses hukum. Mereka saat ini sedang dimintai keterangan di kantor kepolisian terdekat.
Alasan Pemerintah: Aset Negara dan Kepentingan Publik
Pemerintah melalui instansi terkait menegaskan bahwa eksekusi ini dilakukan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Lahan eks Hotel Sultan merupakan aset negara yang harus dikembalikan untuk kepentingan publik dan penataan kawasan GBK sesuai dengan rencana induk pembangunan Jakarta.
Hukumonline melaporkan bahwa pemerintah menyebut langkah ini sebagai upaya penegakan hukum terhadap okupasi ilegal yang telah berlangsung cukup lama.
Dampak Lalu Lintas
Imbas dari kericuhan tersebut, arus lalu lintas di sekitar Jalan Asia Afrika dan area Senayan sempat mengalami kemacetan parah. Petugas Dishub DKI Jakarta telah mengalihkan arus kendaraan untuk menghindari kemacetan yang lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi mulai terkendali meski masih dijaga ketat oleh aparat keamanan. Proses pembongkaran diperkirakan akan dilanjutkan setelah kondisi benar-benar kondusif.

















