

![]()
Pasaman —, mediakriminalitasnews
03 Maret 2026
Sosok sederhana itu melangkah pelan di lorong sekolah yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Dialah Elisdayeti, S.Pd., Kepala Sekolah SD Negeri 13 Makmur, Kecamatan Padang Gelugur.
Tempat itu bukan sekadar lokasi tugas, melainkan rumah pengabdian yang telah ia rawat selama puluhan tahun.
Perjalanan panjang itu dimulai sejak SK pertamanya keluar pada tahun 1988. Sejak saat itu, Elisdayeti resmi mengabdikan diri sebagai guru di sekolah tersebut.
Lebih dari tiga dekade ia dedikasikan untuk mendidik generasi demi generasi, menyaksikan perubahan zaman, hingga akhirnya pada tahun 2024 ia dipercaya mengemban amanah sebagai kepala sekolah di tempat yang sama.
Sebuah perjalanan yang bukan hanya soal jabatan, tetapi tentang kesetiaan dan cinta yang mendalam pada dunia pendidikan.
Sejak kepemimpinannya, perubahan demi perubahan mulai terasa. Lingkungan sekolah yang semakin tertata, semangat belajar siswa yang kian tumbuh, serta budaya disiplin yang semakin kuat menjadi bukti nyata kepemimpinan yang bukan sekadar administratif, melainkan inspiratif.
Banyak pihak menilai, kemajuan di SDN 13 Makmur terjadi secara signifikan berkat sentuhan kepemimpinan yang berpengalaman dan penuh ketulusan.
Namun dedikasi Elisdayeti tidak berhenti di pagar sekolah. Di balik sosoknya yang bersahaja, ia dikenal aktif berbaur dengan masyarakat sekitar.
Ia hadir dalam kegiatan sosial, peduli terhadap kondisi lingkungan, bahkan proaktif dalam mendorong perbaikan jalan rusak demi kenyamanan bersama.
Baginya, memimpin bukan hanya di dalam ruang kelas dan kantor, tetapi juga di tengah masyarakat.
“Hubungan baik antara sekolah dan masyarakat harus selalu terjaga. Karena pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Dengan pengalaman pengabdian sejak 1988, ia memahami betul bahwa amanah adalah tanggung jawab moral yang harus dijalankan dengan sepenuh hati.
“Kita bekerja sesuai amanah yang diberikan. Semoga apa yang kita lakukan hari ini berguna bagi nusa dan bangsa, serta membawa kemajuan bagi dunia pendidikan di Pasaman,” tuturnya penuh harap.
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini, sosok Elisdayeti menjadi gambaran nyata bahwa pengabdian panjang yang tulus akan selalu meninggalkan jejak berarti.
Dari seorang guru muda di tahun 1988 hingga menjadi nahkoda sekolah di 2024, ia membuktikan bahwa dedikasi tanpa pamrih mampu melahirkan perubahan yang nyata.
SDN 13 Makmur Padang Gelugur hari ini bukan hanya berdiri sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai simbol keteguhan hati seorang pendidik membangun generasi, merawat harapan, dan menanamkan masa depan.
Ade Putra















