MBG Diduga Tak sesuai Standar,SPPG SimatorkisTanjung Betung Utara Rao Selatan jadi Sorotan.

0
38

Pasaman – mediakriminalitasnews
03/03/2026


Program Makan Bergizi (MBG) yang seharusnya menjadi penopang kesehatan dan tumbuh kembang siswa, justru memunculkan tanda tanya besar di Kecamatan Rao Selatan.

Pada Senin, 02 Maret 2026, tim awak media turun langsung ke SDN 17 Kauman dan SMPN 01 Rao Selatan. Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan: porsi MBG yang dibagikan kepada siswa diduga tidak sesuai dengan ketentuan standar yang berlaku.

Lebih mengejutkan lagi, menu yang disajikan untuk siswa tingkat SD dan SMP diketahui sama persis tanpa perbedaan komposisi maupun takaran. Padahal, kebutuhan gizi anak usia SD jelas berbeda dengan siswa SMP yang berada dalam masa pertumbuhan lebih tinggi.

Program MBG di dua sekolah tersebut disuplai oleh SPPG Simatorkis yang beroperasi di Nagari Tanjung Betung Utara. Nama SPPG Simatorkis kini ikut terseret dalam sorotan publik.

Salah seorang guru di SDN 17 Kauman menyebutkan bahwa pembagian MBG dilakukan setiap hari Senin dan Kamis untuk kebutuhan tiga hari. Namun, ia tidak menampik bahwa menu untuk SD dan SMP memang disamakan.

Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut berpotensi mencederai tujuan utama program MBG yang digagas untuk meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik.

Penyamarataan porsi dan menu bukan hanya persoalan teknis, tetapi menyangkut hak anak untuk mendapatkan asupan gizi sesuai usia dan kebutuhannya.

Upaya Konfirmasi: Via WhatsApp Hingga Datangi Kantor

Sebelum mendatangi kantor secara langsung, awak media MK News terlebih dahulu melakukan upaya konfirmasi kepada pihak MBG SPPG Simatorkis melalui pesan WhatsApp.
Namun hingga berita ini diturunkan, pesan konfirmasi tersebut tidak mendapat tanggapan.

Pihak yang dihubungi terkesan diam dan bungkam, tanpa memberikan klarifikasi ataupun jawaban atas pertanyaan yang diajukan.

Karena tidak mendapat respons melalui pesan singkat, pada Selasa, 03 Maret 2026, awak media kemudian mendatangi langsung kantor SPPG Simatorkis di Simatorkis, Nagari Tanjung Betung Utara, guna meminta keterangan resmi.

Sayangnya, pihak MBG SPPG, baik kepala SPPG maupun asistennya, kembali tidak dapat ditemui dengan alasan sedang sibuk.

Saat ditanya lebih lanjut, petugas keamanan (security) yang berjaga menyampaikan bahwa pihak terkait tidak bisa diganggu dan kemungkinan sibuk hingga malam hari.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui dua jalur pesan WhatsApp dan kunjungan langsung—belum juga membuahkan hasil.

Publik pun bertanya, ada apa dengan pengelolaan MBG di SPPG Simatorkis? Mengapa saat isu dugaan ketidaksesuaian standar mencuat, klarifikasi justru belum diberikan?

Masyarakat berharap adanya keterbukaan dan penjelasan resmi agar tidak berkembang asumsi liar.

Evaluasi menyeluruh terhadap standar gizi, takaran porsi, serta mekanisme pengawasan distribusi MBG dinilai mendesak untuk dilakukan.

Program yang didanai demi kepentingan generasi masa depan ini semestinya dijalankan secara transparan dan akuntabel.

Kini, masyarakat Rao Selatan menunggu langkah tegas dan jawaban yang jelas.

Ade Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here