

*SURAT TERBUKA BUAT WAKAPOLRI*
Yth. Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo
Di Jakarta.

Salam Presisi,
Sebelumnya kami sampaikan duka mendalam bagi Bapak Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, atas statement Jendral saat RDP dengan Komisi III DPR RI terkait pembenahan Internal POLRI ke depan. Salah satu hal yang menjadi catatan kami, Jenderal berkelit dan membela diri bahwasanya Kapolsek yg “UNDER PERFORMANCE” adalah para Perwira Lulusan PAG. Melalui surat terbuka ini kami sampaikan kepada Jendral sbb:
1. Bahwa untuk bisa mencapai tahapan seorang POLISI ke jenjang PAG (Perwira Alih Golongan) maka seorang anggota Polri harus mempunyai masa dinas selama kurun waktu 25 tahun. Dan selanjutnya harus melaksanakan seleksi ketat untuk menjadi Perwira Sumber PAG. Yang tentunya secara kedinasan telah kenyang dengan manis pahitnya dinas sebagai anggota POLRI.
2. Jendral sepertinya telah mengkambing hitamkan lulusan PAG sebagai problem maker dalam pelayanan POLRI sehingga menjadi Under Performance. Sama saja Jendral telah meludahi muka sendiri. Apakah sudah Jaminan mutu lulusan Semarang yg 4 tahun sekolah lebih jago dari lulusan PAG??Kalau memang Kapolsek sumber PAG Under Performance, kenapa tidak disalahkan SDM Polri dalam assessment saat menjadi Kapolsek? Atau assessment oleh SDM Polri hanya formalitas dan hanya WANI PIRO?, siapa yg bisa suap ke SDM Polri makan diberikan kesempatan untuk menjadi Kapolsek.
3. Jendral seorang petinggi POLRI dengan gelar Profesor tapi logika berpikirnya sempit, Jendral adalah mantan SSDM POLRI, kenapa tidak pernah mencarikan Problem Solving yg baik dalam rekrutmen dan penempatan anggota POLRI *”the right man the right place”*. Sehingga potensi Perwira Sumber PAG yg seorang petarung kalah dengan yg bisa suap saat mencari Jabatan, contohnya jabatan Kapolsek.
4. Kami Perwira Sumber PAG merasa terhina dengan ucapan Jenderal, yang seharusnya bisa menjadi Panutan namun layak menerima Hujatan. Kami ini Perwira Sumber PAG hanya diperlakukan sebagai buruh kasar yang tentunya hasilnya dinikmati oleh kelompok Jendral sendiri, sebagai Polisi dari jalur kelas pagi.
5. Jendral sebagai Wakapolri jauh dari rasa mengayomi kepada seluruh anggota POLRI, bahkan telah mencoreng muka sendiri. Dengan memperolok olok perwira sumber PAG. Kalau memang Perwira Sumber PAG tidak memberikan output yg baik bagi POLRI, kenapa harus tiap tahun di rekrut Perwira Sumber PAG?.
6. Semoga Jendral lekas mendapat Hidayah dari Allah SWT sehingga tidak menjadi pemimpin yg Otoriter dan Arogan. Karena tindakan anda adalah cerminan bagi kami semua. Kami berharap tulisan kami ini sampai langsung ke Jendral dan Komisi III DPR-RI sehingga benang kusut apa yg Jendral sampaikan dalam rapat RDP dapat menjadi terang benderang.
7. Sebagai penutup Jendral kami sampaikan bahwa Perwira Sumber PAG tidak pernah terlibat perbuatan keji seperti contoh *( Pembunuhan Ajudannya sendiri, Menjadi becking Bandar Narkoba, Melakukan perbuatan Cabul terhadap anak dibawah umur).*
*ALUMNI PAG NUSANTARA*



















