Andrea Rosiade Tinjau Sales Area Riteal Pertamina Sumbar,Selidiki Akar Masalah kelangkaan Solar.

0
14

Andre Rosiade Tinjau Sales Area Riteal Pertamina Sumbar, Selidiki Akar Masalah Kelangkaan Solar

PADANG, MK News – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, melakukan kunjungan kerja ke kantor Sales Area riteal Pertamina Sumatera Barat, Minggu (7/6/2026). Kunjungan ini merupakan respons cepat atas keluhan masyarakat yang kembali mengalami kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi di sejumlah SPBU di wilayah tersebut.

Dalam kunjungannya, Andre Rosiade didampingi oleh Manager Sales Area riteal Pertamina Sumbar, Fakhri Rizal, serta perwakilan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Barat. Mereka membahas secara mendalam distribusi pasokan BBM dan mengidentifikasi hambatan yang terjadi di lapangan.

Bukan Masalah Kuota, Tapi Distribusi?

Andre Rosiade menegaskan bahwa berdasarkan data dari Kementerian ESDM dan Pertamina Pusat, kuota Solar untuk Sumatera Barat sebenarnya telah terpenuhi dan bahkan mengalami penambahan. Namun, kelangkaan di tingkat konsumen tetap terjadi.

“Kami sudah cek datanya. Kuota dari pusat aman, bahkan berlebih. Jadi, masalahnya bukan pada ketersediaan stok nasional, tapi ada gangguan di rantai distribusi atau kemungkinan adanya penimbunan dan praktik ‘lansir’ oleh oknum tertentu,” ujar Andre usai pertemuan.

Ia menduga adanya kebocoran distribusi di mana Solar bersubsidi dialihkan ke sektor industri Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI ). Praktik ini merugikan masyarakat kecil dan pengendara umum yang mengantre berjam-jam.

Instruksi Pengawasan Ketat

Menanggapi temuan tersebut, Andre Rosiade meminta Pertamina Sales Area Sumbar untuk memperketat pengawasan di setiap SPBU. Ia juga mengusulkan penerapan sistem verifikasi yang lebih ketat bagi pembeli Solar dalam jumlah besar, termasuk pengecekan ulang terhadap dokumen kendaraan dan identitas pembeli.

“Saya minta Pertamina bersama aparat keamanan melakukan razia mendadak di SPBU-SPBU yang sering menjadi titik panas. Jika ditemukan SPBU yang bermain curang atau membiarkan praktik lansir, sanksi tegas harus diberikan, termasuk pencabutan izin operasional,” tegasnya.

Selain itu, Andre juga mendorong percepatan digitalisasi pembelian BBM subsidi melalui aplikasi MyPertamina untuk memastikan tepat sasaran. “Transparansi adalah kunci. Masyarakat harus tahu bahwa BBM subsidi memang untuk mereka, bukan untuk disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.”

Komitmen Pertamina

Pihak Pertamina/ Sales Area Riteal Sumbar menyatakan komitmen penuh untuk mengatasi masalah ini. Manager Sales Area Retail menjelaskan bahwa pihaknya akan menambah frekuensi pengiriman tangki ke SPBU-SPBU yang memiliki antrean panjang dan meningkatkan koordinasi dengan kepolisian untuk mengamankan jalur distribusi.

“Kami berterima kasih atas masukan Pak Andre. Kami akan evaluasi ulang SOP distribusi dan memperkuat tim pengawas lapangan untuk memastikan Solar sampai ke tangan konsumen yang berhak,” jelasnya.

Warga Sumatera Barat berharap langkah konkret ini dapat segera dirasakan, sehingga aktivitas transportasi dan ekonomi lokal tidak lagi terhambat oleh krisis BBM yang berulang.

(HT / Redaksi MK News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here