SENTUHAN KEMANUSIAAN DITANAH LUKA: Owner Sumbar Times Datang Membawa Harapan Untuk Korban Galodo Palembayan.

0
235

AGAM –, mediakriminalitasnew
29/11/2025

Hujan sudah berhenti. Namun, luka di Kayu Pasak, Silareh Air, Palembayan, belum benar-benar reda. Bau tanah basah, kayu patah, dan sisa lumpur pekat masih menjadi saksi betapa dahsyatnya galodo yang menggilas kampung itu beberapa hari lalu.

Di tengah pemandangan memilukan itulah, Rispondi, S.I.Kom, Owner Media Sumbar Times, datang bersama keluarga besarnya—bukan untuk melihat, tetapi untuk membantu. Untuk mengetuk pintu-pintu rumah yang sudah runtuh dan mengatakan, “Kalian tidak sendiri.”

Pada Sabtu (29 November 2025), Rispondi tiba dengan membawa bantuan berupa pakaian, selimut, air mineral, dan mi instan—kebutuhan yang sangat mendesak di posko pengungsian. Tidak ada protokoler, tidak ada jarak. Ia berjalan langsung ke tenda pengungsian, menembus lumpur yang masih menggenang.

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian keluarga besar Rispondi yang berasal dari Nagari Simpang, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman. Bagi mereka, musibah di Agam terasa seperti musibah sendiri.

Foto ilustrasi

Sebagai pemilik Media Sumbar Times dan Ketua Regional Kontras TV Independent Sumatera, Rispondi mengaku tak bisa diam ketika mengetahui kondisi warga di Palembayan.

“Saat melihat kondisi lapangan, hati seperti diremas. Kita harus datang, harus menolong. Semoga bantuan kecil ini bisa menjadi penguat bagi saudara-saudara kita yang sedang diuji,” ungkap Rispondi dengan mata berkabut.

Di posko, beberapa warga terlihat menangis saat menerima bantuan. Ada yang kehilangan rumah. Ada yang kehilangan ladang. Ada yang kehilangan anggota keluarga. Kehadiran Rispondi dan keluarga membawa lebih dari sekadar barang bantuan—ia membawa kehangatan manusia di tengah puing-puing kesedihan.

“Terima kasih, Pak Rispondi… semoga Allah membalas kebaikan bapak sekeluarga. Bantuan ini sangat menolong kami,” ujar seorang ibu sembari memeluk selimut yang baru ia terima.

Rispondi berharap agar proses pemulihan dapat berjalan cepat, dan pemerintah bersama masyarakat bisa bergandengan tangan untuk membangun kembali sarana, prasarana, serta mental warga yang masih terguncang.

Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana sebesar apa pun, selalu ada orang-orang yang datang dengan hati terbuka—membawa sedikit cahaya untuk menerangi gelap yang menyelimuti.

Pewarta.MK NEWS.COM.
Ade Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here