PASAMAN Bangkit Strategi Optimalisasi PAD Mulai dimatangkan.

0
12

Pasaman –, mediakriminalitasnews
05 Maret 2026

Foto ilustrasi


Di saat banyak daerah di Indonesia terseok menghadapi keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman, Sumatera Barat, memilih untuk tidak tinggal diam. Di bawah tekanan kebijakan pusat yang berdampak langsung ke daerah, langkah cepat dan strategis mulai digerakkan.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Pasaman, M. Yasrin Syahputra, SE, MM yang akrab disapa Oyong mengakui kondisi fiskal daerah saat ini sedang tidak mudah.

“Karena kondisi di pusat seperti itu, kita di daerah juga ikut merasakan dampaknya,” ujar Oyong di ruang kerjanya di Lubuk Sikaping, Kamis (5/3/2026).

Meski demikian, secercah harapan muncul. Pemkab Pasaman baru saja menerima transfer dana dari pemerintah pusat. Kendati belum dirinci jenis dan besarannya, suntikan dana tersebut menjadi nafas segar di tengah tekanan anggaran yang membelit.

Oyong sendiri merupakan satu dari puluhan pejabat baru hasil rotasi yang digulirkan Bupati Welly Suhery bersama Wakil Bupati Parulian Dalimunthe.

Sebagai nahkoda baru di Bakeuda, ia langsung dihadapkan pada tantangan besar menjaga stabilitas keuangan daerah di tengah badai fiskal.

Bangkit dari Ketergantungan
Tak ingin terus bergantung pada pusat, Pemkab Pasaman kini bersiap melakukan gebrakan besar optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kondisi ini memaksa kita mencari sumber-sumber pendanaan baru, agar ketergantungan kepada pusat bisa diminimalisir,” tegas Oyong.

Langkah konkret pun disiapkan. Hari ini, rencana pembentukan Tim Optimalisasi Penerimaan PAD akan dimatangkan, melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder terkait.

Tim ini nantinya bertugas menginventarisasi seluruh potensi PAD, sekaligus memetakan tantangan di lapangan.

Salah satu sektor yang disorot adalah pemanfaatan aset daerah. Oyong menilai, masih ada aset yang belum dikelola maksimal dan berpotensi menjadi sumber penerimaan baru jika digarap serius dan profesional.

“Sejauh mana potensi yang tersedia dan tantangan yang akan dihadapi, tim yang akan merumuskannya,” tambahnya.

Antara Tekanan dan Tanggung Jawab
Di satu sisi, kebijakan pusat membuat ruang fiskal semakin sempit. Di sisi lain, roda pemerintahan tidak boleh berhenti.
Pembangunan harus tetap berjalan, pelayanan publik harus optimal, dan hak-hak pegawai wajib dibayarkan tepat waktu.

Situasi inilah yang menjadikan tugas Bakeuda kian krusial.
Sebagai pejabat baru, Oyong tidak menutup mata terhadap berbagai keterbatasan.
Namun, ia memilih untuk terbuka dan mengajak semua pihak bergandengan tangan.

“Sebagai manusia biasa, saya bersama jajaran juga disungkup oleh berbagai keterbatasan. Maka kami sangat butuh support dan dukungan dari semua pihak, baik dari jajaran Pemkab Pasaman maupun dari masyarakat,” ujarnya penuh harap.

Momentum Perubahan
Langkah pembentukan Tim Optimalisasi PAD bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sinyal kuat bahwa Pemkab Pasaman tak ingin menyerah pada keadaan.

Di tengah tekanan anggaran, semangat untuk mandiri dan bangkit justru semakin ditegaskan.

Kini publik menanti mampukah strategi baru ini menjadi titik balik kemandirian fiskal Pasaman?

Satu hal yang pasti, di tengah keterbatasan, semangat untuk berjuang tetap menyala.


Ade Putra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here