Derap Kuda Derap Peradaban Rispondi Serukan Kebangkitan Berkuda di awal 2026.

0
153

Pasaman, mediakriminalitasnews
04/01/2026

Derap langkah kuda kembali menggema di awal tahun 2026. Di tengah derasnya arus modernisasi dan gaya hidup instan, sebuah seruan menggugah nurani kembali disuarakan dari Ranah Minang kembali ke berkuda olahraga para ksatria, warisan leluhur, dan sunah Nabi Muhammad SAW.

Tokoh masyarakat Sumatera Barat sekaligus pemilik kuda pacu legendaris “King Oil”, Rispondi, S.I.Kom., mengajak masyarakat untuk menjadikan awal tahun ini sebagai titik kebangkitan olahraga berkuda bukan hanya demi kesehatan jasmani, tetapi juga untuk menghidupkan kembali ruh spiritual dan identitas budaya yang nyaris tergerus zaman.

“Berkuda bukan sekadar olahraga. Ia adalah latihan keberanian, keseimbangan jiwa, dan kekuatan iman. Ini adalah sunah Nabi Muhammad SAW yang sarat makna.

Awal tahun 2026 adalah saat yang tepat untuk kembali menapaki jejak itu,” ujar Rispondi dengan penuh keyakinan, Minggu (4/1/2026).
Di Sumatera Barat, pacu kuda bukanlah sekadar perlombaan. Ia adalah saksi sejarah.

Sejak masa kolonial Belanda, tradisi ini hidup di tengah masyarakat, digerakkan oleh para Datuk dan Damang sebagai simbol kehormatan, persatuan, dan martabat nagari. Dari gelanggang ke gelanggang, pacu kuda menjelma menjadi denyut nadi kebudayaan yang terus diwariskan lintas generasi.

“Setiap derap kuda membawa cerita masa lalu. Ini bukan hobi sesaat, tetapi warisan peradaban Minangkabau yang harus kita jaga bersama. Selama pacu kuda masih digelar, selama itu pula identitas kita tetap hidup,” tegasnya.

Komitmen Rispondi terhadap dunia berkuda bukan sekadar wacana. Melalui kuda pacu andalannya, “King Oil”, ia telah mengibarkan nama Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat di berbagai arena pacuan. Setiap kemenangan bukan hanya soal piala, tetapi tentang harga diri daerah, tentang tradisi yang bangkit dan bersuara.

“King Oil adalah simbol. Simbol bahwa tradisi bisa berprestasi, bahwa budaya bisa berjaya di arena modern. Setiap langkahnya adalah doa dan harapan masyarakat Pasaman,” ungkap Rispondi dengan nada haru.

Di awal tahun 2026 ini, Rispondi menaruh harapan besar pada generasi muda. Ia ingin melihat anak-anak Minangkabau kembali akrab dengan pelana, mengenal sejarahnya, mencintai budayanya, dan tumbuh dengan nilai-nilai keberanian, sportivitas, serta keimanan.

Derap kuda bukan hanya suara lomba ia adalah panggilan untuk bangkit. Bangkit menjaga tradisi, bangkit merawat sunah, dan bangkit mempertahankan jati diri Minangkabau.

Pewarta MK.NEWS.COM.
Ade Putra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here