Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Tantang KAN Padang Gelugur: Hidupkan Adat, Jaga Marwah Nagari
Media Kriminalitas News
Pasaman, Wakil Bupati Pasaman H. Parulian mewakili Bupati Pasaman Welly Suhery meresmikan dan mengukuhkan kepengurusan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Padang Gelugur masa bakti 2026–2031 di Kantor Wali Nagari Padang Gelugur, Kecamatan Padang Gelugur, Senin, 14/09/26.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penguatan kembali peran niniak mamak dan lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai Minangkabau sekaligus menjawab tantangan kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Kegiatan dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat sekaligus Dewan Penyantun KAN Padang Gelugur Khairuddin Simanjuntak, unsur LKAM Kabupaten Pasaman, Camat Padang Gelugur, para Wali Nagari, Bamus, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, Bundo Kanduang, tokoh masyarakat serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutan Bupati Pasaman yang dibacakan Wakil Bupati Pasaman H. Parulian, Pemerintah Kabupaten Pasaman menyampaikan selamat kepada ketua dan seluruh pengurus KAN Padang Gelugur yang dikukuhkan. Keberadaan KAN diharapkan semakin memperkuat filosofi Tigo Tungku Sajarangan, Tali Tigo Sapilin, yakni sinergi antara niniak mamak, alim ulama dan cadiak pandai sebagai kekuatan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.
Menurutnya, adat harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, agama menjadi landasan moral dan spiritual, sedangkan ilmu pengetahuan menjadi bekal menghadapi perubahan zaman. Nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) harus terus dijaga sebagai jati diri dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Karena itu, KAN diharapkan tidak hanya berperan dalam persoalan adat maupun penyelesaian sako dan pusako, tetapi juga semakin aktif membina anak kemenakan serta membangun karakter generasi muda nagari.
“Anak dipangku, kamanakan dibimbiang. Maknanya sangat dalam. Anak dan kemenakan adalah tanggung jawab kita bersama. Mereka bukan hanya dipenuhi kebutuhan materialnya, tetapi juga harus dibimbing akhlaknya, agamanya, adatnya dan karakternya,” demikian pesan Bupati yang disampaikan Wabup Parulian.
Peran tersebut dinilai semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Generasi muda kini dapat mengakses berbagai informasi dengan mudah melalui ruang digital. Di satu sisi teknologi memberikan banyak manfaat, namun pada saat yang sama juga membuka akses terhadap berbagai nilai yang belum tentu sesuai dengan adat, agama dan budaya masyarakat.
Untuk itu, pembinaan anak kemenakan juga perlu mengikuti perkembangan zaman. Generasi muda Pasaman diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi, namun tetap kuat dalam agama, kokoh dalam adat serta memiliki karakter yang baik.
“Jangan sampai kemajuan teknologi membuat kita kehilangan identitas. Alam takambang jadi guru, tetapi hari ini kita juga harus mampu menjadikan perkembangan teknologi sebagai sarana belajar dan kemajuan, bukan sebagai sumber kerusakan moral,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Pasaman juga menempatkan niniak mamak sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Kolaborasi tersebut dibutuhkan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, ketahanan keluarga, perlindungan anak, pencegahan narkoba, pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan hingga pembinaan generasi muda.
Sinergi antara pemerintah, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan nagari melalui semangat musyawarah dan kebersamaan.
“Setiap persoalan nagari kita musyawarahkan. Bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakaik. Saya berharap KAN Padang Gelugur periode 2026–2031 dapat menjadi salah satu kekuatan dalam melestarikan adat dan kearifan lokal, sekaligus menjadikannya relevan dengan kehidupan masyarakat hari ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman juga mengingatkan agar adat tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai gotong royong, sopan santun, rasa malu, penghormatan kepada orang tua, kepedulian terhadap sesama, musyawarah dan tanggung jawab sosial harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
Kepada kepengurusan KAN yang baru, Wabup menyampaikan lima pesan utama, yakni menjaga amanah, menjaga persatuan, menjaga marwah adat, membimbing anak kemenakan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah. Generasi berikutnya diharapkan tidak hanya mewarisi tanah pusako, tetapi juga nilai adat, agama dan karakter yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau.
Sementara itu, berdasarkan Surat Keputusan Pucuk Pimpinan LKAM Kabupaten Pasaman Nomor SK-03/LKAM-PASAMAN/VIII/2026, kepengurusan KAN Padang Gelugur masa bakti 2026–2031 dipimpin oleh Khairuddin Tuanku Marajo sebagai Ketua. SK tersebut juga mengesahkan Dewan Pertimbangan Adat dan Syarak, Pucuak Undang serta Dewan Penyantun KAN Padang Gelugur.
Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap KAN Padang Gelugur mampu menjalankan amanah dengan baik, menjadi perekat masyarakat, penjaga adat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Pasaman Bangkit yang Berkarakter, Maju dan Berkelanjutan.
“Adat jangan hanya kita kenang dalam acara seremonial. Adat harus hidup dalam perilaku. Niniak mamak kuat, adat terjaga. Alim ulama kuat, akhlak terpelihara. Generasi muda kuat, masa depan nagari akan kuat,”
(Ahmad Harahap).














