Tentang water Tank prof..D.R.. Didik J Rachbini berujar walikota depok harus bertanggung jawab adanya pembangunan menara air dengan daya tampung 10 juta meter kubik dilingkungan padat penduduk.

0
98

DEPOK MK.NEWS.COM.2023/Observasi& Investigasi/@Prof. DR. Didik J Rachbini Tentang Water Tank : – Walikota Bertanggung Jawab Keselamatan Nyawa Warga Kota Depok
Oleh: Mohar Syarif Sabtu, 26/08/2023

Depok – Adanya pembangunan “Water Tank” atau Menara Air dengan daya tampung 10 juta meter Kubik , ZSir dilingkungan padat penduduk, oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok PT. Tirta Asasta Perseroan Daerah (Perseroda), beresiko tinggi dapat mengancam “Keselamatan Nyawa” yang telah selesai dibangun “tanpa memiliki AMDAL” atau hasil kajian dari lembaga berwenang tentang “Analisa Mengenai Dampak Lingkungan”. Demikian dijelaskan Guru Besar Universitas Indonesia Prof. DR. Didik J Rachbini menjawab di MediaKriminalitas.News.Com disela kesibukannya melalui telepon seluler di Kota Depok, baru-baru ini.

“Walikota harus bertanggung jawab terhadap keselamatan nyawa warga yang berada di sekitar bangunan water tank yang padat penduduk, jika terjadi bencana tumpahnya jutaan kubik air yang menghantam warga dan pemukiman penduduk sekitar,” katanya mengingatkan.

Menurutnya, selain Walikota juga lembaga instansi terkait lainnya, harus bertanggung jawab keselamatan nyawa dan lainnya dalam hal jika terjadi bencana yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian lainnya.

Dijelaskan, lembaga dan instansi yang harus bertanggungjawab diantaranya; Kuasa Pemilik dan Direksi BUMD Tirta Asasta, dinas atau badan terkait Pemkot Depok serta lembaga lainnya. “Termasuk komisi di DPRD Kota Depok yang bertanggungjawab dalam kaitan berbagai kegiatan di BUMD Tirta Asasta,” ujar Didik J Rachbini.

Dikemukakan, masalah ini sedang diproses PTUN Bandung. sidangnya sudah berlangsung 14 kali, tapi belum ada keputusan, apakah gugatan warga Depok terhadap Pemerintah Kota Depok diterima atau ditolak. Tuntutan warga diantaranya, bangunan dibongkar atau dipindahkan.

Namun, sampai berita ini diturunkan belum ada jadwal dari PTUN Bandung Jawa Barat untuk sidang keputusan tuntutan warga Depok.”Belum ada kabar diperoleh sampai saat ini, kapan sidang putusannya akan digelar oleh PTUN Jawa Barat,” tutur Didik J Rachbini menjawab pertanyaan SKM BUSER

Menurut berita SKM BUSER sebelumnya bangunan water tank tidak punya AMDAL, DED dan kelengkapan persyaratan lainnya yang diperlukan. Sebagaimana fakta dalam persidangan, sehingga berpotensi mengancam ”ratusan korban jiwa,” jika terjadi bocor atau pecah water tank dan terjadi kerusakan atau bencana alam. Demikian dikemukakan Yani Suratman menjelaskan kepada¬† MK.NEWS.COM jelang akhir pekan lalu.

Menurutnya, bangunan water tank yang disekitarnya berdekatan langsung dengan pemukiman warga. Lokasinya ada di Jalan Janger Raya perumnas Depok II tengah RT. 03 RW. 12, Mekarjaya, Sukmajaya Kota Depok.

Ditegaskan, bangunannya harus segera dibongkar dan di pindahkan.”Eggak punya dan kita boleh liat sebagai bukti, tapi tidak bisa foto atau kita pegang,” tulis Yani kepada MK.NEWS.COM. tentang banyaknya masalah dalam kasus proyek BUMD Kota Depok ini.

Menurutnya, PTUN BANDUNG telah selesai menjadwalkan pada 22 Agustus sebagai sidang ke 14.”Kita harapkan Hakim putuskan menerima tuntutan warga,” ujar Yani menegaskan untuk segera jangan ditunda terus padahal bukti kesalahan tersebut telah dibuktikan dalam sidang PTUN. @ TIM./DEWANSYAH.MK)@www.mediakriminalitas.news.com.

Novri palex/dewansyah.MK

Cppyright.2023.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here