Seorang pria mengaku wartawan memakai kaos turn back crime ditangkap polisi.

0
194
SEMARANG.MK.NEWS.COM – Seorang pria berkaos tulisan “turn back crime” dibekuk anggota resmob Sat Reskrim Polrestabes Semarang yang tergabung dalam Tim Elang, tim yang dibentuk untuk mencegah tindak kejahatan malam. Pria tersebut mengaku sebagai wartawan Trans7 dan bermaksud mengupload fotonya bersama Tim Elang ketika beraksi ke media sosial.

Awalnya, pria tersebut sudah tiga kali mengikuti kegiatan Tim Elang yang berlangsung malam hari. Anggota sebenarnya sudah curiga karena Tim Elang sudah cukup akrab dengan wartawan yang ikut meliput kegiatan mereka.

Hingga pada hari Sabtu (19/3) dini hari tadi ia sengaja dijebak agar mengaku. Pria bernama Rijal Wijaya (23) ditanyai oleh wartawan media cetak, M Radlyz yang sempat dikira Rijal adalah polisi karena perawakannya yang gagah. Rijal kemudian menjawab kalau ia wartawan Trans7 lengkap dengan ID card. Pengakuan itu justru semakin mencurigakan karena polisi tahu siapa wartawan Trans7 di Semarang.

“Kita tentu saja curiga karena kita kenal dekat beberapa wartawan,” tandas salah satu pimpinan Tim Elang, Ipda Toni.

Saat ditanya Radlyz, pria itu mengaku tidak mengenal wartawan Trans7 Semarang karena pindahan dari Bandung. Radlyz kemudian berkoordinasi dengan wartawan Trans7, Damar Sinuko untuk mengungkap identitas sebenarnya dari Rijal.

“Dia mengakunya pindahan dari Bandung. Kita koordinasi dan dia ditangkap dini hari jam 01.30,” ujar Radlyz.

Ia ditangkap di Jalan Raya Puspanjolo dekat sungai Banjir Kanal Barat Semarang. Saat itu Rijal masih mengenakan jaket merah dan menutupi kaos biru bertuliskan “turn back crime”. Damar Sinuko yang dikonfirmasi juga datang dan memang tidak mengenal Rijal. Bahkan ia sempat kelabakan dan menyebutkan beberapa media yang ia akui tempatnya bekerja yaitu National Geographic, bahkan detikcom.

“Terima kasih kepada petugas yang telah bekerjasama mengamankan pelaku. Jika ada masyarakat yang pernah merasa ditipu atau menjadi korban aksi kriminal seseorang yang mengaku wartawan atau media Trans7 dimohon langsung melaporkan diri ke polisi”, kata Damar.

Fhoto/putu mk.news.com. WWW.MEDIAKRIMINALITASNEWS.COM.

Foto: Angling AP/detikcom

Kepada polisi, Rizal mengaku mendapatkan ID card bertuliskan Trans7 dari orang yang berjualan di depan kantor Trans7 Jakarta. Sedangkan kaos yang dikenakan dibeli di Kauman Kota Semarang tempat penjualan seragam TNI Polri. Di sana Rijal juga membordir tulisan “turn back crime”, “Ditreskrimum Polda Jateng”, dan tulisan besar “Polisi” di bagian punggung.

“ID card beli tiga bulan lalu di depan kantor Trans7. Kaosnya saya beli sendiri dan bordir di Kauman dekat Johar,” aku Rijal ketika ditanya polisi.

Rijal memiliki KTP Jakarta namun berasal dari daerah Siwalan, Gayamsari, Semarang. Pria lulusan SMP ini mengaku bercita-cita ingin menjadi polisi, dan aksi-aksinya bersama Tim Elang memang sengaja akan diupload di media sosial.

Saat didalami maksud tujuannya mengaku sebagai wartawan, ternyata sebenarnya ia ingin gagah-gagahan lewat media sosial agar dikira polisi oleh teman-temannya. Profesi sebenarnya Rijal adalah pekerja service AC.

“Ya biar dikira polisi,” ujarnya.

Saat ini Rijal masih didalami keterangannya di Sat Reskrim Polrestabes Semarang. Dikhawatirkan aksinya itu digunakan sebagai salah satu modus kejahatan penipuan atau pidana lainnya.

“Kaos kami sita karena itu atribut polisi karena ada tulisan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng dan tulisan polisinya,” jelas Toni.
WWW.MEDIAKRIMINALITASNEWS.COM……..fhotografer.

(Red/putu…MK.NEWS.COM)

COPYRIGHT2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here